Pers Tahun 50'an
Pada zaman kolonial, nasionalisme tumbuh sebagai semangat yang meresap di kalangan penduduk pribumi. Dengan sendirinya, nasionalisme terjalin ke dalam sejarah pers pada masa awal.
Dalam dasawarsa terakhir terlihat makin banyak penelitian mengenai kehidupan pers di Indonesia, baik yang mengenai zaman kolonial Hindia-Belanda maupun setelah kemerdekaan Indonesia. Yang bersifat dokumentasi, seperti katalog di Perpustakaan Nesional yang memuat daftar koleksinya antara tahun 1810-1977[1] dan sebuah katalog induk internasional tentang surat kabar Indonesia.
Juga yang berupa buku, seperti penerbitan populer Serikat Penerbit Surat Kabar Pusat (SPS)[2], telaah tentang pers Melayu-Tionghoa di Jawa sebelum perang, sejarah pers dalam konteks lokal dan daerah serta telaah hubungan pemerintah Indonesia dengan pers dalam masa Demokrasi Terpimpin. Juga telaah-telaah ilmiah yang belum diterbitkan seperti sebuah analisis pers di Jakarta dalam masa gejolak politik pada tahun 1966 dan sejarah penindasan terhadap pers di Indonesia (1949-1965).
untuk lebih jelas klik disini

