Realita era post-modern
Masa muda adalah masa
yang paling indah bagi sebagian besar orang. Indah karena pada fase ini
baik secara fisik maupun psikis mulai terjadi perubahan pada smwa orang
dengan pertumbuhan normal. bagiQ memang ada benarnya, masa muda itu
indah, karena mata kita semakin terbuka lebar untuk memahami berbagai
hal yang sebelumnya terlihat sepenggal atau samar-samar. Namun selain
hal yang indah-indah itu ada juga pengalaman lucu yang mungkin sekarang
sudah menjadi bagian dari gaya hidup ala post-modern.
Ketika ada
beberapa pemuda yang sedang mendekati seorang pemudi. Pada era2
sebelumnya mungkin yg terjadi adalah pemuda2 tersebut akan berlomba2
mendapatkan perhatian dengan usaha2 setulus hati dan sekuat tenaga.
Namun hari ini, hal tersebut dianggap ‘lebay’ (berlebihan). Hari ini,
ketika ada beberapa pemuda yang sama2 ingin dekat dengan seorang pemudi
yang sama (begitu pula sebaliknya) maka mereka akan berlomba2 untuk
mendapatkan perhatian gadis pujaan mereka.
Namun di sisi lain,
mereka juga mencari kesibukan lain, yakni menjalin hubungan dekat pula
dengan gadis yang lainnya “buat jaga2, kali aja cinta ditolak. manfaatin
yg ada, bgitu kilah mereka”. Sebut saja ada gilang, fahri, mamat, sony,
jacky, vino, dan boby menaruh hati kepada anisa. Beberapa pemuda ini
saling unjuk gigi demi sebuah pengakuan bahwa merekalah yang terbaik.
Semangat kompetitif tetap ada, namun d blakang layar ternyata mereka
juga serta merta menjalin hubungan dengan perempuan lainnya yang
notabene sudah menaruh hati duluan pada pemuda2 ini. Fahri ternyata
jalan sm si karin. Mamad jalan juga sama si puput. Sony bener jomblo
tulen, tp g prnh ngsh perhatian ke anisa (pasif). Jacky lbh ekstrim
lagi, jalan ma beberapa cewek sekaligus, vino paling parah krn selain
dekat dg perempuan lain juga sengaja menyebar fitnah yang menjelekkan
anisa di mata pemuda2 yg lain, dan boby yang paling aktif n perhatian
banget m anisa ternyata dy jalan juga ama mantan pacarnya si neneng.
Inilah sedikit sample life style hari ini. Hasil peranakan dari
globalisasi, westernisasi dan modernisme. Cuma ada satu nama, satu
orang, satu pemuda yang dengan tulus memelihara cintanya, Gilang.
Keyakinan kapada Tuhan sangatlah dipegang teguh olehnya. Dia tidak
merepotkan permasalahan diterima atau ditolak,yang dilakukannya hanyak
berusaha dengan memberi apa yang ia ingin berikan, berdoa, dan
keikhlasan.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home