Sunday, May 6, 2012

Realita era post-modern

Masa muda adalah masa yang paling indah bagi sebagian besar orang. Indah karena pada fase ini baik secara fisik maupun psikis mulai terjadi perubahan pada smwa orang dengan pertumbuhan normal. bagiQ memang ada benarnya, masa muda itu indah, karena mata kita semakin terbuka lebar untuk memahami berbagai hal yang sebelumnya terlihat sepenggal atau samar-samar. Namun selain hal yang indah-indah itu ada juga pengalaman lucu yang mungkin sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup ala post-modern.
Ketika ada beberapa pemuda yang sedang mendekati seorang pemudi. Pada era2 sebelumnya mungkin yg terjadi adalah pemuda2 tersebut akan berlomba2 mendapatkan perhatian dengan usaha2 setulus hati dan sekuat tenaga. Namun hari ini, hal tersebut dianggap ‘lebay’ (berlebihan). Hari ini, ketika ada beberapa pemuda yang sama2 ingin dekat dengan seorang pemudi yang sama (begitu pula sebaliknya) maka mereka akan berlomba2 untuk mendapatkan perhatian gadis pujaan mereka.

Namun di sisi lain, mereka juga mencari kesibukan lain, yakni menjalin hubungan dekat pula dengan gadis yang lainnya “buat jaga2, kali aja cinta ditolak. manfaatin yg ada, bgitu kilah mereka”. Sebut saja ada gilang, fahri, mamat, sony, jacky, vino, dan boby menaruh hati kepada anisa. Beberapa pemuda ini saling unjuk gigi demi sebuah pengakuan bahwa merekalah yang terbaik. Semangat kompetitif tetap ada, namun d blakang layar ternyata mereka juga serta merta menjalin hubungan dengan perempuan lainnya yang notabene sudah menaruh hati duluan pada pemuda2 ini. Fahri ternyata jalan sm si karin. Mamad jalan juga sama si puput. Sony bener jomblo tulen, tp g prnh ngsh perhatian ke anisa (pasif). Jacky lbh ekstrim lagi, jalan ma beberapa cewek sekaligus, vino paling parah krn selain dekat dg perempuan lain juga sengaja menyebar fitnah yang menjelekkan anisa di mata pemuda2 yg lain, dan boby yang paling aktif n perhatian banget m anisa ternyata dy jalan juga ama mantan pacarnya si neneng. Inilah sedikit sample life style hari ini. Hasil peranakan dari globalisasi, westernisasi dan modernisme. Cuma ada satu nama, satu orang, satu pemuda yang dengan tulus memelihara cintanya, Gilang. Keyakinan kapada Tuhan sangatlah dipegang teguh olehnya. Dia tidak merepotkan permasalahan diterima atau ditolak,yang dilakukannya hanyak berusaha dengan memberi apa yang ia ingin berikan, berdoa, dan keikhlasan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home